Show Notes
- Amazon USA Store: https://www.amazon.com/dp/1324035544?tag=9natree-20
- Amazon Worldwide Store: https://global.buys.trade/Fault-Lines%3A-A-History-of-the-United-States-Since-1974-Kevin-M-Kruse.html
- Apple Books: https://books.apple.com/us/audiobook/the-balkans-a-captivating-guide-to-the/id1644510467?itsct=books_box_link&itscg=30200&ls=1&at=1001l3bAw&ct=9natree
- eBay: https://www.ebay.com/sch/i.html?_nkw=Fault+Lines+A+History+of+the+United+States+Since+1974+Kevin+M+Kruse+&mkcid=1&mkrid=711-53200-19255-0&siteid=0&campid=5339060787&customid=9natree&toolid=10001&mkevt=1
- Shopee: https://asia.buys.trade/shopee_Fault-Lines-Kevin-M-Kruse.html
- Lazada: https://asia.buys.trade/lazada_Fault-Lines-Kevin-M-Kruse.html
- Tiktok: https://asia.buys.trade/tiktok_Fault-Lines-Kevin-M-Kruse.html
- Baca selanjutnya: https://malaysian.9natree.com/read/1324035544/
#Watergatedankrisis1974 #KetidaksamaanekonomiAmerika #Penyahasingankaumdanbassekolah #KonservatismeReagandanpolarisasiparti #Pecahanmediakabel,internetdanmediasosial #FaultLines
Fault Lines: A History of the United States Since 1974 ialah karya sejarah kontemporari oleh Kevin M. Kruse dan Julian E. Zelizer. Buku ini meneliti bagaimana Amerika Syarikat menjadi semakin berpecah dari pertengahan 1970-an hingga era semasa. Hujah utamanya bukan bahawa polarisasi bermula dengan seorang presiden atau satu pilihan raya sahaja. Sebaliknya, penulis melihat tahun 1974 sebagai titik penting, ketika skandal Watergate, krisis tenaga, kesan Perang Vietnam, dan konflik mengenai bas sekolah untuk penyahasingan kaum berlaku serentak. Dari situ, buku ini menghubungkan perubahan ekonomi, ketegangan kaum, perdebatan gender dan seksualiti, serta perubahan media dengan kemerosotan titik persamaan politik. Sebagai sejarah luas, ia menggabungkan institusi politik dengan kehidupan sosial dan budaya popular. Tujuannya ialah menerangkan asal-usul perpecahan Amerika secara berlapis, supaya pembaca tidak menganggap konflik hari ini sebagai kejadian mendadak atau semata-mata hasil kemunculan Donald Trump.